Dari Toko ke Kuburan: Anggur Merah Gold Diduga Palsu Renggut Tujuh Pemuda Pakis

Malang — Pesta minuman keras (miras) yang semula disebut sebagai “uji coba” menjelang malam pergantian tahun berubah menjadi tragedi maut. Tujuh pemuda di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dilaporkan meninggal dunia usai menenggak miras jenis Anggur Merah Gold yang diduga palsu (KW). Peristiwa memilukan ini terjadi pada Minggu, 14 Desember 2025, dan kini menyisakan duka mendalam serta tanda tanya besar soal peredaran miras ilegal di wilayah tersebut.

Informasi yang dihimpun tim media di lapangan menyebutkan, para korban membeli miras dari sebuah toko dekat Pasar Pakis. Miras tersebut disebut-sebut sebagai barang baru yang didatangkan untuk uji pasar jelang tahun baru. Namun alih-alih menjadi perayaan, cairan mematikan itu justru merenggut nyawa. Tiga korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun meninggal dunia menyusul korban lainnya.

Seorang keluarga korban mengungkapkan, hingga kini keluarga besar masih berduka dan belum ada laporan resmi yang dibuat ke kepolisian.

“Infonya miras Anggur Merah Gold itu barang baru untuk uji coba jelang tahun baru. Nggak taunya malah membawa bencana. Katanya hari ini polisi mau datang,” ujarnya dengan suara bergetar.

Keterangan lain dari warga menyebutkan, tujuh pemuda tersebut berpesta miras di satu lokasi, dengan tiga korban berasal dari Desa Bunut dan empat lainnya dari desa berbeda.

“Kasihan, mereka mati sia-sia. Mirasnya dibeli di toko dekat Pasar Pakis,” kata narasumber yang enggan disebutkan namanya, Rabu (17/12/2025).

Menanggapi kejadian ini, Kapolsek Pakis AKP Suyanto membenarkan adanya informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelidikan masih berjalan dan pihaknya aktif mencari saksi-saksi di lapangan.

“Ini masih dalam penyelidikan. Masih cari saksi-saksi untuk dimintai keterangan,” ujar AKP Suyanto melalui pesan WhatsApp kepada awak media.

Tragedi ini kembali menampar wajah penegakan hukum terkait peredaran miras ilegal yang diduga bebas beredar di tengah masyarakat. Jika benar miras tersebut KW atau oplosan, maka nyawa tujuh pemuda ini menjadi harga mahal dari kelalaian pengawasan. Publik kini menanti langkah tegas aparat: usut tuntas asal-usul miras, jerat pelaku penjualnya, dan bongkar jaringan distribusinya—agar tragedi serupa tak kembali terulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *