BANTAENG — Puluhan karyawan dan masyarakat menggelar dalam Pergerakan Demokrasi Aliansi Masarakat(PDAM)aksi demonstrasi di depan kantor PDAM Tirta Eremerasa Kabupaten Bantaeng, Senin,2 februari 2026 Dalam aksi tersebut, massa menuntut pencopotan Direktur Utama PDAM yang dinilai bersikap otoriter dan tidak transparan dalam pengelolaan perusahaan daerah.
Aksi berlangsung sejak pagi hari dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan. Massa menilai kepemimpinan Dirut PDAM selama ini tidak melibatkan karyawan dalam pengambilan keputusan penting serta sering mengeluarkan kebijakan sepihak yang merugikan pegawai dan berdampak pada pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Koordinator aksi,Idris Reformasi dalam orasinya menyebutkan bahwa gaya kepemimpinan Dirut telah menciptakan suasana kerja yang tidak kondusif.
“Kami menuntut Dirut PDAM dicopot karena kepemimpinannya otoriter, anti kritik, dan tidak transparan. Ini berdampak langsung pada kinerja karyawan dan kualitas pelayanan air ke warga,” tegasnya.
Selain tuntutan pencopotan Dirut, massa juga mendesak Bupati Bantaeng selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen PDAM, termasuk audit internal dan perbaikan sistem pelayanan.
Aksi demo sempat diwarnai negosiasi antara perwakilan massa dan manajemen PDAM. Aparat kepolisian terlihat berjaga untuk mengamankan jalannya unjuk rasa agar tetap berlangsung tertib.
Tuntutan aksi:
Menghadirkan kesenjangan antara karyawan lama dan karyawan baru
Melakukan perekrutan karyawan baru tanpa melihat rasio jumlah karyawan
Melakukan
Pengurangan hak hak karyawan tetap
Memutasi karyawan lama yang tdk sesuai prosedur
Hingga berita ini diturunkan, pihak Direktur Utama PDAM Bantaeng belum memberikan keterangan resmi terkait tuntutan tersebut. Sementara itu, perwakilan Pemerintah Kabupaten Bantaeng menyatakan akan menampung aspirasi massa dan menindaklanjutinya sesuai mekanisme yang berlaku.












