Maros, Peristiwa yang terjadi di Puskesmas Tanralili, Kabupaten Maros, menuai perhatian publik setelah seorang pasien bernama Indra Lalana Taba diduga dipulangkan sebelum waktunya. Alasan yang mencuat, jumlah pembesuk yang dianggap terlalu banyak.
Informasi ini disampaikan oleh Muh.Kasim, salah satu kerabat keluarga pasien yang juga dikenal sebagai Ketua PAC KIWAL Garuda Hitam pac Mandai. Ia menyebut keputusan tersebut memicu kekecewaan mendalam dari pihak keluarga.
“Kami sangat menyayangkan pemulangan ini. Hanya karena banyak pembesuk, pasien dipulangkan. Ini terjadi di lingkungan desa, apalagi masih suasana Lebaran, wajar jika keluarga datang menjenguk,” ungkapnya.
Kejadian tersebut berlangsung pada Selasa, 24 Maret 2026. Menurut pihak keluarga, kondisi sosial masyarakat pedesaan yang memiliki ikatan kekeluargaan kuat seharusnya menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan pelayanan kesehatan.
Selain itu, keluarga menilai langkah tersebut kurang mencerminkan sisi kemanusiaan, terutama dalam situasi di mana dukungan moral dari keluarga sangat dibutuhkan oleh pasien.
Tidak hanya menyuarakan kekecewaan, Syarifuddin juga meminta perhatian serius dari Dinas Kesehatan Kabupaten Maros. Ia mendesak agar dilakukan evaluasi terhadap manajemen dan kebijakan pelayanan di Puskesmas Tanralili.
“Kami berharap ada evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Dari penelusuran yang dihimpun, dugaan pemulangan pasien sebelum waktunya ini disebut bukan kali pertama terjadi. Beberapa kasus serupa disebut pernah dialami pasien lain, meski belum ada penjelasan resmi dari pihak puskesmas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Puskesmas Tanralili belum memberikan keterangan terkait peristiwa tersebut.
Tim













