Kanada Siapkan Skenario Darurat Hadapi Invasi Hipotetis AS, Terinspirasi Taktik Taliban

OTTAWA – Militer Kanada dilaporkan tengah menyusun rencana darurat untuk menghadapi skenario ekstrem berupa invasi hipotetis oleh Amerika Serikat. Informasi tersebut diungkap oleh The Globe and Mail, mengutip sejumlah pejabat senior pertahanan Kanada.

Dalam laporan tersebut, para pejabat menyebutkan bahwa perencanaan ini mencakup penggunaan taktik perang asimetris ala pemberontak, yang terinspirasi dari pengalaman konflik di Afghanistan, termasuk strategi yang digunakan Taliban dalam menghadapi pasukan Amerika Serikat yang jauh lebih unggul secara teknologi dan persenjataan.

Langkah ini disebut sebagai yang pertama dalam hampir satu abad di mana Kanada secara serius mensimulasikan kemungkinan konflik militer dengan Amerika Serikat, sekutu tradisional sekaligus mitra utama dalam NATO dan NORAD.

Ketegangan hubungan kedua negara dilaporkan memburuk sejak masa kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. Trump sebelumnya beberapa kali melontarkan pernyataan kontroversial, termasuk gagasan agar Kanada dijadikan sebagai “negara bagian ke-51” Amerika Serikat. Selain itu, kebijakan luar negeri AS yang agresif di berbagai kawasan dunia turut memicu kekhawatiran di kalangan elite pertahanan Kanada.

Para pejabat militer Kanada menilai bahwa pengalaman di Afghanistan menunjukkan bagaimana pasukan yang lebih kecil dan bersenjata ringan mampu mengeksploitasi kelemahan intelijen, logistik, serta medan geografis untuk melawan kekuatan militer besar seperti Amerika Serikat.

“Pelajaran dari Afghanistan memperlihatkan bahwa keunggulan teknologi tidak selalu menjamin kemenangan mutlak,” ujar salah satu sumber pertahanan yang dikutip The Globe and Mail. Menurutnya, perang modern tidak hanya ditentukan oleh kekuatan senjata, tetapi juga kemampuan adaptasi, dukungan lokal, dan pemahaman medan.

Meski demikian, para pejabat menegaskan bahwa rencana tersebut masih bersifat teoritis dan tidak mencerminkan adanya ancaman langsung atau niat bermusuhan terhadap Amerika Serikat. Penyusunan skenario ini lebih dimaksudkan sebagai bagian dari evaluasi strategis jangka panjang guna memastikan kesiapan pertahanan nasional Kanada dalam menghadapi berbagai kemungkinan terburuk.

Namun demikian, pengungkapan rencana ini dinilai menandai pergeseran dramatis postur pertahanan Kanada, sekaligus mencerminkan meningkatnya ketidakpastian geopolitik di Amerika Utara.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Kanada belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan tersebut, sementara pihak Gedung Putih juga belum memberikan tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *