Makassar – Kondisi Jalan KNPI di kawasan perbatasan antara kelurahan sudiang raya dan kelurahan Laikang kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, kian memprihatinkan. Kerusakan parah di sejumlah titik menyebabkan jalan berlubang dan tergenang saat hujan, sehingga membahayakan para pengguna jalan, khususnya para siswa SMA Negeri 22 Makassar yang setiap hari melintasi jalur tersebut menuju sekolah.
Warga menilai hingga kini belum ada langkah konkret dari Pemerintah Kota Makassar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Kedua pihak disebut-sebut saling melempar tanggung jawab terkait status kewenangan jalan KNPI, apakah menjadi kewenangan kota atau provinsi.

Akibat kondisi jalan yang rusak berat, sejumlah siswa dilaporkan terjatuh saat mengendarai sepeda motor, terutama pada pagi hari ketika siswa menuju sekolah. Orang tua siswa pun mengaku khawatir dengan keselamatan anak-anak mereka yang harus melewati jalan berlubang dan licin setiap hari.
“Sudah banyak yang jatuh, apalagi anak-anak sekolah. Kalau hujan, lubangnya tidak kelihatan karena tertutup air,” ujar salah satu warga sekitar.
Warga Laikang RT 03 RW 07, menyatakan kekecewaannya atas lambannya penanganan pihak pemerintah,Mereka menegaskan bahwa persoalan keselamatan tidak seharusnya terhambat oleh perdebatan administrasi kewenangan antar pemerintah daerah.

Sebagai bentuk protes, warga bersama sejumlah tokoh masyarakat kelurahan Laikang kecamatan Biringkanaya Kota Makassar berencana melakukan aksi blokade jalan dalam waktu dekat. Mereka menuntut agar pemerintah segera turun tangan melakukan perbaikan sebelum kembali menelan korban jiwa.
“Kami tidak ingin ada korban lagi. Kalau tidak segera diperbaiki, kami akan tutup jalan ini sampai ada tindakan nyata,” Haris tegas ketua RT 03 RW 07 kelurahan Laikang.
Masyarakat berharap baik Pemerintah Kota Makassar maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan segera duduk bersama mencari solusi dan memastikan perbaikan jalan KNPI dilakukan secepatnya demi keselamatan para pelajar dan pengguna jalan lainnya.
Tim liputan













