News  

13 SISWA TINGGALKAN SEKOLAH RAKYAT MANADO, KEPALA SEKOLAH: JANGAN SAMPAI KESEMPATAN PENDIDIKAN TERLEWAT

MANADO — Sebanyak 13 siswa tercatat telah meninggalkan Sekolah Rakyat Kota Manado hingga September 2026. Kondisi ini menjadi perhatian pihak sekolah yang berharap para siswa dapat bertahan dan menyelesaikan pendidikan mereka.

Kepala Sekolah Rakyat Kota Manado, Fenny Meivi Sarah Kilikily, S.Psi., M.Pd., Psikolog, mengaku menyayangkan adanya siswa yang memilih tidak melanjutkan pendidikan.

Menurut Fenny, dalam sejumlah kasus, keputusan tersebut bukan sesuatu yang diharapkan oleh orang tua. Bahkan, ada orang tua yang menyampaikan keluh kesah terkait kondisi anak mereka kepada pihak sekolah.

Pihak sekolah, kata Fenny, tidak tinggal diam. Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk membujuk dan mendampingi siswa agar tetap melanjutkan pendidikan di Sekolah Rakyat.

“Kami sangat menyayangkan ada anak yang keluar. Kami sudah berusaha melakukan pendekatan dan merayu agar mereka tetap bisa melanjutkan sekolah,” ujar Fenny.

DISIPLIN MENJADI TANTANGAN ADAPTASI

Fenny menjelaskan, salah satu hal yang membutuhkan proses penyesuaian bagi siswa adalah sistem kedisiplinan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

Menurutnya, perubahan lingkungan dan pola pendidikan membutuhkan waktu bagi sebagian siswa untuk beradaptasi. Karena itu, guru dan tenaga pendidik terus memberikan pendampingan agar siswa mampu mengikuti aturan secara bertahap.

“Saya berharap anak-anak bisa mengikuti kedisiplinan yang ada di Sekolah Rakyat. Jangan sampai kesulitan beradaptasi dengan disiplin membuat mereka kehilangan kesempatan untuk menyelesaikan pendidikan,” katanya.

Fenny menegaskan, kedisiplinan yang diterapkan bukan semata-mata untuk membatasi ruang gerak siswa. Menurutnya, disiplin merupakan bagian dari proses pendidikan yang diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif dan menjadi bekal bagi siswa di masa depan.

SEKOLAH TERUS LAKUKAN PENDAMPINGAN

Pihak sekolah juga terus melakukan pendampingan terhadap siswa, termasuk berkomunikasi dengan orang tua ketika ditemukan persoalan yang memengaruhi proses pendidikan anak.

Fenny berharap siswa tidak memandang aturan sekolah hanya sebagai beban, tetapi dapat memahami bahwa proses tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter dan kebiasaan.

“Kami terus mendampingi dan mengarahkan anak-anak. Kami berharap mereka bisa mengikuti kedisiplinan yang ada, karena kesempatan ini sangat penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Hingga September 2026, Fenny menyebut terdapat 74 siswa yang masih mengikuti pendidikan di Sekolah Rakyat Kota Manado dari kapasitas 75 siswa.

Dengan kondisi tersebut, pihak sekolah berharap tidak ada lagi siswa yang harus meninggalkan pendidikan hanya karena kesulitan beradaptasi dengan pola kedisiplinan.

Fenny pun mengajak para orang tua untuk ikut memberikan motivasi dan penguatan kepada anak-anak selama menjalani proses pendidikan.

“Kami meminta orang tua membantu mengarahkan anak-anak untuk mengikuti kedisiplinan di Sekolah Rakyat. Manfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin demi masa depan anak-anak,” pungkas Fenny.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *