Tangerang, 5 Mei 2026 — Lembaga Investigasi Negara melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) menggelar kegiatan Edukasi Kelembagaan di Kantor PBH LIN DPP. Agenda ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat soliditas organisasi sekaligus merumuskan standar serta konsekuensi kinerja investigasi di seluruh jajaran.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pengurus pusat dan daerah, di antaranya Sekjen DPP LIN Drs. Antoni Pane, MM, Wasekjen Junadi Tarigan, SH, Ketua DPC Kabupaten Tangerang M. Rustiawan, Ketua DPC Kota Tangerang Sultan Indra, Pembina DPC Ramlan Simamora, Penasehat LIN Kota Tangerang H. Suryadi Putra, serta Direktur PBH LIN Umar Hasan, SH.
Dalam sambutannya, Sekjen DPP menegaskan pentingnya keseragaman arah gerak organisasi.
“Edukasi ini untuk menyamakan frekuensi. LIN harus satu komando, satu SOP. Konsekuensi kinerja jelas: kerja benar kita bela, kerja serampangan kita evaluasi,” tegasnya.
Tiga Poin Strategis Hasil Musyawarah
1. Standarisasi Kinerja Investigasi
Wasekjen Junadi Tarigan, SH menegaskan bahwa setiap rilis dari DPC wajib berbasis data valid (A1), melalui proses verifikasi DPP, serta memiliki dampak nyata bagi publik. Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjaga kredibilitas lembaga.
2. Penguatan Peran PBH LIN
Direktur PBH LIN, Umar Hasan, SH menekankan bahwa kantor PBH LIN bukan sekadar sekretariat administratif, melainkan benteng hukum bagi seluruh pengurus dan masyarakat.
“PBH LIN siap 24 jam pasang badan untuk pengurus yang lurus,” ujarnya menegaskan komitmen perlindungan hukum.
3. Target Kinerja DPC Tangerang
Pembina DPC, Ramlan Simamora, memberikan instruksi tegas kepada jajaran DPC Kabupaten dan Kota Tangerang untuk meningkatkan intensitas investigasi isu daerah.
“Tangerang adalah barometer Banten. DPC harus jadi contoh. Minimal dua kasus strategis per bulan harus diungkap,” tegasnya.
Penegasan Nilai dan Marwah Organisasi
Menutup kegiatan, Penasehat LIN Kota Tangerang, H. Suryadi Putra, mengingatkan pentingnya keseimbangan antara soliditas internal dan keberanian di lapangan.
“Solid di internal, garang membongkar kezaliman di lapangan. Itu marwah LIN yang harus dijaga PBH LIN dan seluruh DPC. Kepercayaan publik sudah ada—sekarang kita buktikan dengan kerja nyata,” ujarnya.
Konsolidasi yang Menentukan Arah Gerak
Edukasi kelembagaan ini bukan sekadar forum formal, melainkan momentum konsolidasi yang menentukan arah gerak Lembaga Investigasi Negara ke depan. Penegasan standar investigasi berbasis data dan verifikasi menunjukkan upaya serius dalam membangun legitimasi publik.

Penguatan fungsi PBH LIN juga menjadi sinyal bahwa organisasi tidak hanya fokus pada pengungkapan kasus, tetapi juga perlindungan hukum bagi anggotanya. Ini penting di tengah dinamika lapangan yang kerap berisiko tinggi.
Namun demikian, tantangan terbesar bukan pada perumusan kebijakan, melainkan konsistensi implementasi di tingkat daerah. Target dua kasus per bulan, misalnya, menuntut kapasitas investigasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Jika konsolidasi ini berjalan efektif, LIN berpotensi menjadi salah satu kekuatan sipil yang signifikan dalam mendorong transparansi dan keadilan di tingkat lokal maupun nasional.”
Narahubung:
Drs. Antoni Pane, MM
Sekretaris Jenderal DPP LIN














