News  

Polri Percepat Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang, 208 dari 389 Titik Sumur Bor Air Bersih Telah Terealisasi

Aceh Tamiang — Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus menunjukkan komitmennya dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang. Sejak awal bencana hingga saat ini, Polri hadir langsung di tengah masyarakat terdampak dengan fokus utama pada pemenuhan kebutuhan paling mendasar, yakni ketersediaan air bersih.

Melalui langkah cepat dan terukur, Polri membangun serta mengaktifkan ratusan titik sumur bor air bersih guna memastikan masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari secara layak dan aman. Hingga Selasa, 6 Januari 2026, sebanyak 208 dari target 389 titik sumur bor telah terealisasi di Provinsi Aceh.

Di Kabupaten Aceh Tamiang sendiri, Polri telah membangun 177 titik sumur bor air bersih yang tersebar di 12 kecamatan dan 66 desa, dan seluruhnya telah aktif serta dimanfaatkan masyarakat. Sumur bor tersebut dibangun di berbagai lokasi strategis, mulai dari tempat ibadah, sarana pendidikan, fasilitas kesehatan, kantor pemerintahan, area publik, permukiman warga, hingga lokasi pengungsian.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa penyediaan air bersih menjadi prioritas utama Polri dalam fase pemulihan pascabencana.

“Polri bergerak cepat memastikan masyarakat dapat segera mengakses air bersih melalui pembangunan sumur bor yang tersebar di berbagai fasilitas publik dan permukiman. Langkah ini dilakukan agar proses pemulihan berjalan lebih cepat dan masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman serta nyaman,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh sumur bor air bersih yang telah dibangun dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat sebagai bentuk komitmen Polri agar setiap bantuan benar-benar dirasakan langsung oleh warga terdampak.

Rincian Sebaran Sumur Bor Air Bersih di Aceh Tamiang

Hingga 5 Januari 2026, pembangunan 177 titik sumur bor air bersih di Kabupaten Aceh Tamiang meliputi:

  • Tempat ibadah: 48 titik

  • Sarana pendidikan: 62 titik

  • Fasilitas kesehatan: 18 titik

  • Kantor pemerintahan/dinas: 14 titik

  • Area publik: 2 titik

  • Permukiman masyarakat: 31 titik

  • Lokasi pengungsian: 2 titik

Dari total tersebut, terdiri atas 3 titik sumur dalam dengan kedalaman 60–100 meter dan 160 titik sumur dangkal dengan kedalaman 20–40 meter.

Progres di Kabupaten/Kota Lain di Aceh

Selain Aceh Tamiang, pembangunan sumur bor air bersih juga dilakukan di wilayah hukum Polda Aceh. Di Kabupaten Aceh Utara telah dibangun 9 titik dan seluruhnya aktif. Kabupaten Pidie Jaya memiliki 5 titik, dengan 1 titik aktif dan 4 lainnya masih dalam proses pembangunan.

Sementara itu, masing-masing 1 titik sumur bor aktif telah dibangun di Kabupaten Bireuen, Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Barat, dan Kabupaten Pidie. Di Kota Langsa terdapat 7 titik yang seluruhnya aktif, sedangkan Kabupaten Aceh Timur memiliki 9 titik aktif. Adapun Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Singkil masing-masing telah memiliki 2 titik sumur bor yang seluruhnya telah berfungsi.

Polri memastikan pembangunan sumur bor air bersih di Aceh akan terus dilanjutkan hingga seluruh target terpenuhi. Upaya ini menjadi wujud nyata kehadiran negara melalui Polri dalam melindungi dan melayani masyarakat, sekaligus mempercepat pemulihan kehidupan warga pascabencana banjir bandang di Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Tamiang. (Muchammad Yusuf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *