Makassar – Semangat kebersamaan mewarnai rangkaian Minggu Gembira Dies Natalis ke-65 Universitas Negeri Makassar (UNM) yang mengusung tema “65 Tahun Mengabdi: Tangguh, Inovatif, Berdampak bagi Negeri.” Kegiatan yang dimulai dari Program Pascasarjana hingga berakhir di kawasan Menara Pinisi tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga mempertegas komitmen UNM dalam membangun budaya akademik yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.
Di balik suksesnya pelaksanaan kegiatan, perhatian juga tertuju kepada Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Negeri Makassar, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si., yang menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Dies Natalis sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus membangun karakter sivitas akademika.

Menurut Prof. Andi Aslinda, Dies Natalis bukan sekadar peringatan bertambahnya usia institusi, melainkan momentum untuk memperkuat semangat pengabdian, meningkatkan mutu akademik, serta mempererat sinergi di antara seluruh elemen Universitas Negeri Makassar.
Rangkaian kegiatan yang diikuti oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, serta berbagai mitra strategis menunjukkan bahwa kemajuan sebuah perguruan tinggi lahir dari semangat kolaborasi. Jalan santai dan senam bersama menjadi simbol kebersamaan, sedangkan penanaman pohon dan peluncuran Gerakan UNM Mapaccing menjadi bukti nyata kepedulian kampus terhadap pelestarian lingkungan.

Sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si. menilai bahwa pembangunan budaya akademik tidak hanya dilakukan melalui proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga melalui pembentukan karakter, kepedulian sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting dalam mencetak lulusan yang memiliki kompetensi, integritas, dan daya saing di tingkat nasional maupun global.
Semangat “65 Tahun Mengabdi: Tangguh, Inovatif, Berdampak bagi Negeri” juga dinilai sejalan dengan visi UNM untuk terus beradaptasi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan kualitas akademik harus berjalan beriringan dengan pengembangan budaya kampus yang sehat, bersih, dan ramah lingkungan.

Peluncuran Gerakan UNM Mapaccing menjadi salah satu langkah strategis dalam membangun kesadaran kolektif sivitas akademika agar senantiasa menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan kampus. Gerakan ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi budaya yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Universitas Negeri Makassar.
Keberhasilan penyelenggaraan Minggu Gembira Dies Natalis ke-65 UNM juga tidak lepas dari dukungan Plt. Rektor beserta seluruh jajaran pimpinan universitas, DPP IKA UNM, Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan dan Kota Makassar, para alumni, mitra strategis, serta dunia perbankan yang turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Memasuki usia ke-65 tahun, Universitas Negeri Makassar diharapkan terus menjadi salah satu perguruan tinggi yang mampu melahirkan inovasi, menghasilkan sumber daya manusia unggul, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa. Melalui kepemimpinan yang kolaboratif dan penguatan bidang akademik, UNM optimistis mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi di masa depan.
Dies Natalis tahun ini menjadi pengingat bahwa keberhasilan institusi tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuannya membangun karakter, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Semangat inilah yang terus digaungkan oleh Prof. Dr. Hj. Andi Aslinda, M.Si. dalam mendukung transformasi Universitas Negeri Makassar menuju kampus yang semakin unggul, inovatif, dan berdaya saing global. (Portal Berita LIN Sulsel)
- Sah! DPD LIN Papua Pegunungan Dinahkodai Willem Kipka SK Diserahkan Langsung di Jakarta, Ketum Gus ROBI: “Jalankan Sesuai AD/ART, Bantu Masyarakat”
- Usai Pendudukan SMA Negeri 14 Gowa, Pemerintah dan Aparat Lakukan Mediasi, Hasilkan Kesepakatan
- Tuai Sorotan, Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi Rp14,1 Miliar di Desa Paya Benua Diduga Mubazir, LIN Babel Desak Kejati Usut Tuntas












